Uang Tak Pernah Hilang, Hanya Berpindah dari Satu Dompet ke Dompet Lain

uang tidak pernah hilang

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perkonomian begitu nyata kita rasakan. Mulai dari ekonomi keluarga hingga negara bahkan dunia terpengaruh olehnya. Namun, ada sebuah ungkapan menyebutkan bahwa uang tidak pernah benar-benar hilang, tetapi hanya berpindah dari satu dompet ke dompet yang lainnya.

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir hingga bulan September 2020 ini, sejak pertama kali terjadi di Wuhan, Tiongkok akhir 2019 lalu. Data worldometer mengungkap, hingga hari ini sebanyak 31 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus Corona, 962 ribu di antaranya meninggal dunia.

Di Indonesia sendiri, jumlah kasus menunjukkan kurva yang semakin meningkat setiap harinya. Tercatat 244 ribu orang yang terinfeksi dengan jumlah korban jiwa 9.553. PSBB di beberapa kota dinyatakan terus berlanjut. Hal ini ‘terpaksa’ dilakukan agar jumlah kasus bisa ditekan seoptimal mungkin.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan banyak negara di dunia mengalami petumbuhan negatif pada kuartal II tahun 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini mengalami kontraksi 5,32% year on year (yoy) dibandingkan kuartal II tahun 2019. Kontrasi sebesar 5,32% ini bahkan lebih dalam dari prediksi Kemenkeu sebelumnya, di kisaran 3,8%

Dampak buruk Covid-19 terhadap perekonomian bisa kita lihat pada sejumlah perusahaan yang mengurangi bahkan menghentikan aktivitasnya. Banyak karyawan perusahaan yang terpaksa dirumahkan, bahkan diberhentikan. Hal tersebut berpotensi menyebabkan krisis ekonomi, sehingga perlu antisipasi dari pemerintah, para pelaku usaha, dan masyarakat.

Uang Hanya Berpindah dari Satu Dompet ke Dompet yang Lain

Ada sebuah ungkapan menyebutkan bahwa uang tidak pernah benar-benar hilang, tetapi hanya berpindah dari satu dompet ke dompet yang lainnya. Atau bisa juga disebut uang berpindah dari satu bisnis ke bisnis lain. Di saat banyak bisnis mengalami kelesuan, ada bisnis tertentu yang mengalami booming.

Misalnya pada pabrik sepeda. Ketika banyak usaha yang lain mengurangi jumlah karyawan, pabrik yang memproduksi sepeda malah kebanjiran order. Untuk meningkatkan kemampuan produksinya, pabrik tersebut mau tidak mau menambah jumlah karyawannya.

Hal ini bisa dimaklumi, mengingat kegemaran masyarakat untuk bersepeda sedang meningkat. Salah satu penyebabnya yaitu dorongan untuk hidup sehat dengan rutin berolahraga. Beberapa olahraga tidak bisa dilakukan saat pandemi karena melibatkan orang banyak dan menciptakan kerumunan, misalnya futsal, bulutangkis, sepakbola, atau bola voli. Masyarakat kemudian memilih untuk bersepeda. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki sepeda, mulai membelanjakan uangnya untuk membeli sepeda.

Bisnis lainnya yang juga ikut mengalami perkembangan di masa pandemi adalah bisnis teknologi informasi (IT) dan telekomunikasi. Perubahan perilaku masyarakat terjadi saat menghadapi pandemi, di mana mereka lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Keperluan bisnis yang sebelumnya dilakukan secara offline, kini dilakukan online. Perusahaan yang bergerak di bidang IT dan telekomunikasi mendapat keuntungan dari hal ini dan mengalami kenaikan omset.

Jeli Melihat Peluang

Perilaku cerdas di masa krisis ini perlu dimiliki agar perekonomian keluarga tetap terjaga. Perubahan perilaku masyarakat yang lebih banyak melakukan kegiatan secara online adalah peluang yang perlu dimanfaatkan.

Kita bisa memanfaatkan internet dan media sosial untuk menunjang bisnis kita. Misalnya jika saat ini kita memiliki usaha warung atau toko, mulailah mempromosikan usaha kita melalui jaringan pertemanan di dunia maya (media sosial).

Selain itu, kita juga bisa mendaftar ke marketplace untuk memperluas jaringan usaha. Masyarakat kini mulai melakukan belanja online. Selain lebih praktis, hal ini juga menghindarkan masyarakat untuk datang langsung ke toko offline. Perilaku konsumen tersebut dimanfaatkan oleh penjual dengan mulai membuka lapaknya di marketplace seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan yang lainnya.

Terus Tingkatkan Kapasitas Diri

Profesi lainnya yang juga tetap bertahan di masa krisis adalah influencer atau bloger, seperti yang saya lakukan. Banyak brand yang memanfaatkan keberadaan para influencer tersebut untuk mempromosikan produknya melalui tulisan di blog atau postingan di media sosial (Instagram, Youtube, Facebook, dan yang lain).

Baca juga: Mempersiapkan Konten untuk Postingan Instagram

Promosi melalui internet, blog atau media sosial adalah langkah yang tepat untuk menjangkau pelanggan. Wajar saja, saat ini penggunaan internet oleh masyarakat semakin meningkat. Aktivitas membuka media sosial, membaca berita online atau blog, dan sebagainya, mengalami kenaikan saat pandemi ini.

Untuk itu, influencer atau bloger perlu terus meningkatkan kapasitasnya. Lakukan optimasi blog dan media sosial yang dimiliki, dan tambah jaringan pertemanan di dunia maya. Hal tersebut menjadi aset penting bagi influencer atau bloger untuk tetap mendapatkan penghasilan di masa krisis.

Jadi, mulailah untuk membaca peluang bisnis di sekitar kita. Uang tidak pernah benar-benar hilang, tetapi hanya berpindah dari satu dompet (bisnis) ke dompet (bisnis) yang lainnya. Jika kita melihat banyak bisnis mengalami kelesuan, carilah peluang bisnis lain yang mengalami kenaikan atau booming di masa krisis ini. Jangan pernah menyerah, dan tetap berusaha semaksimal mungkin.

Baca juga: Mengenal Sandwich Generation

15 thoughts on “Uang Tak Pernah Hilang, Hanya Berpindah dari Satu Dompet ke Dompet Lain

  1. di jaman pandemi ini betul harus jeli melihat peluang supaya tetap bisa hidup apalagi banyak juga pekerja yang di PHK ya.
    Sebagai Blogger juga harus terus belajar & berkembang.

  2. nah ini, Harus paham mengelola uang, jangan sampai kita di atur sama uang. Jangan mudah mengeluh sebab peluang itu ada di balik keluhan yang muncul. Uang akan mengendap dan berkembang biak pada seseorang yang bisa melihat peluang

  3. selama ini saya fokus meningkatkan kapasitas diri agar bisa bersaing secara sehat dengan lewat online makanya saya fokus untuk belajar dan belajar terus

  4. Uangnya pindah dompetku ke dompet orang. Hehe….
    Agak lemes sebenernya dengan kondisi yang entah kapan membaik ini. Tapi selalu ada celah yang bisa kita manfaatkan ya. Insya Allah.

  5. Betul. Seperti uang, barang dagangan juga sebenarnya hanya berpindah dari penjual ke penjual satunya sebelum benar2 sampai di tangan konsumen. Makanya bisnis itu memang memberdayakan banyak pihak. Membuka peluang2 bagi banyak orang. Saya merasakan sendiri sejak mulai berbisnis kembali.

  6. Iya bener juga, kak ibaratnya uang 100ribu ya akan tetap segitu hanya saja dia pindah dari tangan satu ke tangan lainnya. Tinggal kita yang harus mengupayakan supaya uang merah itu bisa kita dapat dan bisa menyejahterakan keluarga. Jangan lupa dibagi sama yang membutuhkan. Karena 100 ribu tetap nggak akan hilang

  7. Betul, Kak. Aku sendiri yang memang pilih jd bloger fulltime emang terdampak pas pandemi. Tapi bisa optimalin marketplace di Tokopedia buat jualan. Ya ga lancar banget tapi bisa jadi alternatif. Udah gitu plus upgrade kemampuan jd bisa cari tambahan pemasukan lewat keterampilan lain. Memang uang cuma pindah-pindah aja hakikatnya, ga pernah benar-benar hilang.

  8. Saya juga bertahan atau ikut cari uang tambahan di masa pandemi ini dengan menjadi blogger, influencer dan juga guru online Bahasa Inggris Mba. Dengan jeli melihat peluang begini dan menggunakan celah yang ada, alhamdulillah dapur masih bisa ngepul ya.

  9. waa bener juga ya mba, uang tak pernah hilang hanya berpindah. Memang pandemi ini butuh perjuangan ekstra tapi bukan berarti tertutup segala peluang ya mba, setuju harus jeli melihat peluang 🙂

  10. Betul juga sih, hanya pindah dompet. Semoga saja gak terlalu lama di dompet orang lain, hehe. Iya masa pandemi gini kudu jeli liat peluang ya. Biar tetap bisa survive di masa sulit scr ekonomi

  11. Kalau saya melihat uang itu sebagai energi dan memang tidak hilang tapi berubah bentuk, jadi makanan yang kita konsumsi, jadi barang yang kita pakai, uang terus berputar dan berpindah dan mengalir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *