Tokoh-tokoh Sukses yang Dulunya Drop Out dari Kuliah

Lulus kuliah dengan gelar akademis menjadi impian banyak anak muda untuk menuju masa depan cerah. Namun bila tak lulus atau drop out, bukan berarti masa depan akan suram. Banyak bukti orang-orang sukses yang dulunya drop out dari sekolah atau kuliah.

Orang-orang tersebut bahkan telah menghasilkan karya yang sering kita pergunakan sehari-hari. Jika saat ini kita mengenal Facebook, Twitter, Spotify, dan media sosial lainnya, ternyata ada orang-orang yang tak pernah lulus kuliah berada di balik keahiran media sosial dan teknologi digital. Siapa saja mereka?

Bill Gates (Microsoft)

Bill Gates lahir pada tahun 1955. Pada usia 13 tahun, ia mulai tertarik dengan komputer yang ada di laboratorium sekolah. Di laboratorium inil, Bill bertemu kakak kelasnya, Paul Allen. Pada tahun 1970, mereka berhasil membuat program untuk memantau kemacetan di Seattle dan dibayar $20,000 (sekitar Rp 288 juta). Bayangkan, anak usia 15 dan 17 tahun bisa menghsilkan uang dengan jumlah besar.

Tahun 1973, Bill diterima di tiga universitas pilihannya yaitu Harvard, Yale, and Princeton. Harvard menjadi pilihannya untuk berkuliah, namun dua tahun kemudian ia keluar. Ia dan Paul Allen kemudian mendirikan Microsoft. Di tahun 2007, Bill menerima honorary degree dari Harvard.

Paul Allen (Microsoft)

Paul Alen (1953 – 2018) sebagai co-founder Microsoft juga seorang drop out. Ia sempat kuliah di Washington State University, namun hanya bertahan 2 tahun. Bersama Bill Gates, ia mendirikan Micosoft pada tahun 1975.

Selain pendiri Microsoft, Paul juga dikenal sebagai pebisnis, investor, dan filantropis. Ia juga penggemar olahraga, bahkan menjadi pemilik Seattle Seahawks, and klub NBA Portland Trailblazer.

Baca juga: The Music of Silence, Inspirasi dari Andrea Bocelli

Mark Zuckerberg (Facebook)

Banyak orang yang tentunya sudah taka sing lagi dengan Facebook. Media sosial ini diciptakan oleh Mark Zuckerberg bersama empat rekannya di Harvard University, Amerika Serikat. Mark sendiri dropout di tahun keduanya sebagai mahasiswa pada tahun 2004 di usianya yang baru 19 tahun. Mark kemudian bekerja penuh waktu untuk membuat Facebook. Situs Facebook pertama kali diluncurkan di bulan Februari 2004 yang selanjutnya berkembang pesat hingga sekarang.

Daniel Ek (Spotify)

Daniel Ek lahir di Swedia pada tahun 1983 dan mendirikan perusahaan pertamanya pada usia 14 tahun (1997). Ia sempat mengenyam pendidikan di Royal Institute od Technology di Swedia tahun 2005, namun hanya bertahan 8 minggu saja sebelum ia keluar.

Pada tahun 2006 Daniel Ek dan Martin Lorentzon mendirikan Spotify AB. Perusahaan ini selanjutnya pada tahun 2008 berhasil meluncurkan Spotify, sebuah layanan streaming musik di internet yang terus berkembang saat ini.

Matt Mullenweg (WordPress)

Mullenweg yang lahir di tahun 1984 juga seorang dropout dari University of Houston tahun 2004. Ia kemudian bekerja pada CNET Networks di San Fransisco. Setahun kemudian ia keluar dari CNET dan bergabung ke Automattic, perusahaan yang berada di belakang WordPress (salah satu platform blog). WordPress telah digunakan oleh banyak web atau situs. Blog Wuninga juga menggunakan platform WordPress tersebut.

Evan Williams (Blogger, Twitter)

Evan Williams lahir pada tahun 1972. Setelah lulus sekolah, ia melanjutkan kuliah di University of Nebraska. Namun satu setengah tahun kemudian Williams keluar dan memutuskan untuk berkarir. Williams berama rekannya kemudian mendirikan perusahaan Pyra Labs yang selanjutnya pada tahun 1999 berhasil membuat Blogger, salah satu platform blogging yang banyak dipakai hingga saat ini.

Google kemudian mengakuisisi Pyra Labs pada tahun 2003. Williams keluar dari Google pada tahun 2004 dan mendirikan Odeo, sebuah perusahaan podcasting yang pada tahun 2006 berhasil menciptakan sebuah media sosial dengan ciri pesan 140 karakter yang kita kenal dengan Twitter.

David Karp (Tumblr)

David Karp lahir di New York pada tahun 1986 dan ia tidak pernah mencicipi kuliah di perguruan tinggi. Ia malah dropout saat masih bersekolah di Bronx Science High School pada tahun 2001 dan selanjutnya belajar melalui homeschooling.

Karp sempat bekerja di UrbanBaby, sebuah forum parenting online. Ia kemudian memutuskan keluar tahun 2006. Selanjutnya, Karp mendirikan sebuah perusahaan konsultansi software bernama Davidville dan kemudian berhasil menciptakan Tumblr pada tahun 2007.

Larry Ellison (Oracle)

Larry Ellison lahir pada tahun 1944. Dia kuliah di University of Illinois di Urbana-Champaign dari tahun 1962 tetapi keluar pada tahun 1964. Larry kemudian kuliah sebentar di University of Chicago (1964-1966).

Larry kemudian pindah ke California untuk bekerja. Ia beberapa kali berpindah pekerjaan ke berbagai perusahaan, salah satunya adalah Ampex. Di Ampex, Larry Ellison bekerja sebagai programmer dalam pengembangan mainframe IBM. Ia kemudian terinspirasi oleh sebuah tulisan mengenai database, dan ingin mengembangkan teori dalam tulisan tersebut dengan membuat sebuah proyek bisnis yang ia namakan Oracle.

Tahun 1977, Larry dan dua rekannya di Ampex mendirikan perusahaan pengembangan perangkat lunak yang berfokus membangun sistem manajemen basis data (Oracle). Dengan karyawan kurang dari 10 karyawan, perusahaan ini langsung mendapatkan klien besar yaitu CIA. Oracle kemudian berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan database.

Baca juga: Pandemi dan Momentum Kebangkitan Nasional

Tokoh-tokoh di atas adalah sedikit contoh dari mereka yang sukses meskipun tidak memiliki gelar akademis. Nama-nama lain seperti Henry Ford (Ford,) Walt Disney (Disney), Steve Jobs (Apple), Jan Koum (WhatsApp), Michael Dell (Dell) adalah contoh tokoh besar lainnya.

Pada akhirnya, pendidikan formal memang penting namun bukanlah segala-galanya. Mereka yang drop out atau tidak lulus secara akademis, tetap bisa menghasilkan karya besar. Komitmen, kerja keras, dan konsistensilah yang akan menjadi kunci kesuksesan seseorang.

Share this:

19 thoughts on “Tokoh-tokoh Sukses yang Dulunya Drop Out dari Kuliah”

  1. Mungkin sudah rezekinya sebagus itu ya Mas. Bayangin aja, cuma DO dari kampus, eh malah jadi orang sukses. Sebaliknya, lulusan sarjana, gelar banyak, tapi masih menganggur. Ya gitu deh, namanya rezeki nggak ada yang tau.

    Berarti kuncinya adalah kreativitas, komitmen, kerja keras dan pantang menyerah. Buktinya mereka bisa sukses dan tumbuh menjadi orang terkaya di dunia ya….

    Makasih info menariknya Mas………..

    Reply
  2. Ternyata kisah inspiratif kadang dari orang yang tak terduga ya kak, pastinya kebanyakan anak kuliah drop out dari kampus biasanya akan semakin frontal hidupnya,tapi dengan kecerdasan yang dipunya bisa menciptakan sesuatu hal yang belum tentu lulusan terbaik bisa.

    Reply
  3. Banyak juga ya Mbak. Tapi nih mereka biasanya DO karena emang udah tau banget goals hidupnya mau dibawa kemana. Udah gak galau galau passionnya apa, skillnya apa. Jadi biar bisa ngegas dengan prima, akhirnya milih jalan DO deh. Cuma kalo kita-kita nih yang mungkin masih bimbang mau jadi apa dll, kuliah kayanya tetap harus diselesaikan hihi

    Reply
  4. Kisah sukses seperti ini memang bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka yang tidak berhasil menjadi sarjana agar tak berputus asa meskipun tidak bisa menjadi orang bergaji bulanan. Bahkan mereka-mereka inilah yang menggaji para sarjana itu.

    Reply
  5. keren ya, Mas Hendra. Tokoh-tokoh di atas sangat menginspirasi. Jadi kesuksesan itu bisa diraih dari berbagai jalan. Dan sebenarnya, di sekitar kita pun banyak orang-orang yang menginspirasi. Misalnya ada tetangga saya tak lulus SD, tapi sekarang usaha kulinernya di mana-mana. Pastinya ini menjadikan saya semakin semangat lagi menraih apa yang saya cita-citakan.

    Reply
  6. Kuliah memang tidak menjamin kesuksesan seseorang sih. Karena ia hanya salah satu jalan menuju kesuksesan itu. Kuncinya adalah di diri masing-masing. Baca kisah inspiratif seperti ini membuat aku terketuk, bahwa banyak jalan menuju sukses. Maka jangan pernah menghakimi anak-anak yang tak pandai dalam akademik. Fokus saja untuk dukung minat bakatnya.

    Reply
  7. Keren-keren tokohnya kak.
    Memang gak semua orang cocok dengan gaya belajar formal. Sebagian besar anak kinestetik suka belajar informal. Seperti anak saya yang ketiga. Saya punya rencana akan memberikan pendidikan informal saja dan langsung mengembangkan minat dan bakat yang ia miliki.

    Reply
  8. Gelar itu buat sosialisasi bermasyarakat. Karena Skill jadi kuncinya, ketekunan jadi modalnya, kedua hal itu sudah ada di para pendiri keren di atas. Jadi kalau pun mau melanjutkan gelar atau tidak misalnya tak masalah yang penting ada 2 hal itu juga sih menurut daku

    Reply
  9. Wah ga nyangka banget ya ternyata mereka pernah drop out
    Tapi balik lagi kalo gelar dan pendidikan formal itu memang bukan jaminan kesuksesan seseorang. Hanya salah satu cara aja untuk dapat ilmu

    Reply
  10. Tokoh-tokoh tersebut drop out kuliah tapi mampu sukses ya. Di bidang yang membutuhkan pengetahuan teknologi pula. Fix, seenggaknya kita bisa mencoba untuk terus berusaha. Belajar seperti mereka atau bahkan kalau bisa lebih.

    Reply
  11. Kalau di Indonesia contohnya ibu Susi Puji. Segala2nya sudah ditakdirkan kalo menurut saya. Tapj menginspirasi lah tokoh2 tersebut diatas

    Reply
  12. Menarik nih kak.
    Aku auto membayangkan bagaimana cara orangtuanya ketika anaknya drop out dari sekolah.
    Pasti ada perjuangan dibalik itu semua ya. Khususnya orangtua yang bisa menerima anaknya.

    Reply
  13. Indonesia juga punya tokoh sukses tanpa mengenyam pendidikan formal pula, kl gak salah, gak lulus SD tp bahasa Inggrisnya di kancah internasional bikin bule geleng2 kepala, dialah bapak bangsa yang bukunya karangannya banyaaak, Agus Salim.

    Reply
  14. Iya sih ya. Pendidikan formal sebenarnya setelah memasuki jenjang sebagai mahasiswa itu … mungkin penunjang saja. Balik lagi ke karakter orangnya. Mau ngulik ilmu dan ngasah skill atau nggak.

    Reply
  15. aiisshh pengen rasanya seperti itu namun tidak memiliki koneksi yang luas agar bisa seperti orang” terkaya itu DO dari kampusnya.. namun sangat terinspirasi banget

    Reply
  16. Wah menarik ini ya. Aku pribadi termasuk yang mementingkan pendidikan. Bukan untuk gelar. Tapi lebih kepada pola pikir, relasi, dll. Nah perlu dikulik lagi, apa yg bkin nama2 di atas jadi sukses. Pasti bukan karena drop outnya. Hehe. Mereka pasti punya daya juang yg lebih besar dibanding org lain. Itu tuh yg patut ditiru

    Reply

Leave a Comment