Hiburan & Olahraga

Kiprah Indonesia di All England

Kiprah Indonesia di All England

Kejuaraan All England 2021 dimulai hari ini, Rabu 17 Maret 2021. Turnamen ini tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh para pecinta bulutangkis di tanah air, mengingat ada 9 wakil Indonesia di All England 2021 ini. Bahkan, 7 dari 9 wakil Indonesia menempati daftar unggulan.

Ketujuh wakil Indonesia yang menjadi unggulan tersebut tersebar di berbagai sektor. Mereka ialah Anthony Ginting, Jonatan Christie (tunggal putra); Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian (ganda putra); Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri); serta Praveen Jordan/Melati Oktavianti (ganda campuran).

All England Sejak Tahun 1899

All England dimulai sejak tahun 1899. Turnamen bulutangkis tertua sedunia ini sempat terhenti karena Perang Dunia I (1915-1919) dan Perang Dunia II (1940-1946). Para pemain Eropa, khususnya Inggris, mendominasi gelar juara dari 1899 hingga 1938. Kanada dan Amerika Serikat kemudian berhasil mencuri gelar di tahun 1939-1949.

Malaysia menjadi negara Asia pertama yang meraih gelar All England pada tahun 1949 melalui pemain ganda putra Ooi Teik Hock/Teoh Seng Khoon. Di periode 1950-an, Malaysia begitu kuat di ganda dan tunggal putra. Bahkan, sektor tunggal putra berhasil dimenangkan berturut-turut oleh Malaysia dari tahun 1950-1957 oleh dua pemainnya, Wong Peng Soon dan Eddy Choong.

Indonesia di All England

Tan Joe Hok menjadi pemain pertama dari Indonesia yang meraih gelar di England. Pemain kelahiran Bandung ini meraih gelar tunggal putra pada tahun 1959 setelah terjadi All Indonesian Final. Di partai puncak, ia mengalahkan Ferry Sonneville. Namun sayang, di tahun-tahun berikutnya Indonesia tidak berhasil meraih gelar.

Setelah puasa gelar bertahun-tahun, Indonesia akhirnya berhasil menjadi juara di tahun 1968  melalui Rudy Hartono (tunggal putra) dan Minarni/Retno Koestijah (ganda putri). Rudy Hartono sendiri akhirnya menjadi pemain Indonesia tersukes di All England, dengan raihan 8 gelar tunggal putra (1968-1974 dan 1976).

Pemain Indonesia Tersukses di All England

Tahun 1968-1981 menjadi era sukses Indonesia di turnamen All England. Di masa-masa tersebut, pemain dari Indonesia dan Jepang menjadi negara Asia yang mampu bersaing dengan para pemain Eropa. Di tahun-tahun berikutnya, China dan Korea Selatan juga mulai menunjukkan kekuatannya dengan meraih gelar di beberapa sektor.

Indonesia dan negara-negara Asia lainnya mampu mendominasi All England selama 40 tahun terakhir. Indonesia bahkan pernah merebut 4 gelar di tahun 1979 dan 3 gelar di tahun 1994. Siapakah pemain Indonesia yang sukses menjuarai All England ini?

Rudy Hartono (8 gelar)

Rudy Hartono berhasil menembus 10 partai final dari tahun 1968-1976 dan tahun 1978. Ia berhasil meraih 8 gelar tunggal putra, 7 di antaranya juara berturut-turut, menjadikannya pemain Indonesia paling berhasil di All England. Di All England tahun 1975, Rudy takluk oleh Svend Pri (Denmark) sedangkan di tahun 1978, Rudy dikalahkan King.

Di beberapa partai puncak, Rudy kerap bertemu dengan pemain-pemain tunggal putra Indonesia lainnya atau terjadi all Indonesian final. Mereka adalah Darmadi (final 1969), Muljadi (1971), Christian Hadinata (1973), dan Liem Swie King (1976 dan 1978).

Tjun Tjun/Johan Wahjudi (6 gelar)

Pasangan tersebut mampu mempersembahkan 6 gelar juara ganda putra All England pada tahun 1974-1975, 1977-1980.  Keduanya juga menjadi runner-up di tahun 1973 dan 1981, namun kalah di partai puncak oleh pasangan Indonesia lainnya yaitu Ade Chandra/Christian Hadinata dan Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono.

Pasangan Ade Chandra/Christian Hadinata menjadi pesaing tangguh bagi Tjun Tjun/Johan Wahjudi. Kedua pasangan tersebut saling bentrok di 5 partai final tahun 1973-1975 dan 1977-1978.

Susi Susanti (4 gelar)

Selain dikenang sebagai peraih medali emas pertama Olimpiade bagi Indonesia (Barcelona, 1992), Susi Susanti juga sukses meraih 4 gelar All England di tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994. Di tahun 1989, wanita kelahiran Tasikmalaya ini menjadi runner-up setelah takluk oleh Li Lingwei (China) di partai puncak.

Christian Hadinata (3 gelar)

Christian Hadinata meraih gelar All England tahun 1972-1973 di sektor ganda putra (berpasangan dengan Ade Chandra) dan tahun 1979 di sektor ganda campuran (berpasangan dengan Imelda Wiguna). Pria kelahiran Purwokerto ini juga menjadi runner-up ganda putra tahun 1974, 1975, 1977, dan 1978, dimana pasangan Christian/Ade Chandara takluk oleh Tjun Tjun/Johan Wahjudi. Christian juga menjadi runner-up tunggal putra di tahun 1973, namun kalah oleh Rudy Hartono

Liem Swie King (3 gelar)

Liem Swie King menjadi pemain tunggal putra Indonesia yang meneruskan kesuksesan Rudy Hartono. Pemain kelahiran Kudus ini berhasil meraih gelar juara All England di tahun 1978, 1979, dan 1981. Selain itu, pemain yang dikenal dengan jumping smash-nya ini menjadi runner-up tahun 1976, 1977, 1980, dan 1984.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3 gelar)

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik di All England selama 3 tahun, yaitu 2012-2014. Keduanya gagal meraih gelar yang keempat kalinya di tahun 2015, setelah di partai final kalah oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (China).

Pemain-pemain Indonesia berikutnya yang berhasil meraih 2 gelar All England yaitu Ade Chandra (ganda putra, berpasangan dengan Christian Hadinata), Imelda Wiguna (ganda putri dan campuran), Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono (ganda putra), Rudy Gunawan (ganda putra), Hariyanto Arbi (tunggal putra), Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra), Tony Gunawan (ganda putra), Candra Wijaya (ganda putra), Marcus Gideon/Kevin Sanjaya (ganda putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), serta Praveen Jordan (ganda campuran).

Marcus Gideon, Kevin Sanjaya, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, dan Praveen Jordan berpeluang meraih gelar ketiga jika berhasil menjuarai All England 2021.

Share this:

31 thoughts on “Kiprah Indonesia di All England”

  1. Mantap sekali pemain Bulu Tangkis Indonesia di All England, sangat menginspirasi. Semoga ada banyak pemain berprestasi dari Indonesia dan dapat mengharumkan nama Indonesia tercinta. Semangaaattt 😊

  2. Bulutangkis emang andalan Indonesia banget ya. Aku bukan penonton setia sih. Apalagi sekarang. Terakhir rajin ngikutin berita perbulutangkisan itu emh…era Ricky Subagja 😀😀

  3. Walaupun ada yang digaris itu tuh, tapi daku memang berharap para pebulutangkis kite bisa meraih gelar di All England 2021 ini, dan bisa ditayangkan di tivi swasta biar daku nonton aamiin

  4. Ibu saya hobi banget nonton bulutangkis, apalagi yang main dari Indonesia, nggak boleh diganggu gugat itu TV. Dikuasai secara penuh, mau kudeta TVnya, takut kualat, wkwkwkwkwk….

    Berkat perjuangan para atlet bulutangkis, kiprah RI di dunia badminton sangat diperhitungkan oleh dunia. Sekaligus menjadi cabang olah raga paling diandalkan bagi Indonesia.

    Semenjak itu, saya juga ketagihan liat para atlet bulutangkis RI bertanding….

    Paling hapal itu Ardi B Wiranata, julukannya, di mana ada bola, di situ ada Ardi.

  5. Paling fenomenal yang kutahu ya Liem Swie King, Mas. Sama Susi Susanti yang dibikin film biopiknya. Memang Indonesia ini gudangnya pemain badminton berbakat dan sering menembus kejuaraan kaliber dunia. Salut dengan pemerintah dan swasta yang turut menggembleng putra terbaik Indonesia.

  6. Sedih banget tapi pas tau tentang masalah di all england tahun ini ya.. huhu. Semoga segera diberikan jalan keluar terbaik untuk para atlet dari indonesia ya! Aamiin

  7. Wah All England udah mulai ya. Jadi inget keriuhannya tiap tahun. Aku berharap msh ada kesempatan buat nonton langsung setelah pandemi berlalu. Mgkn bakal bawa anakku yg udah gede supaya jiwa nasionalis dan suportivitasnya terasah. Anyway, msh inget kehebohan Ginting zaman itu. Haha

  8. Oh, ini yang lame di twitter. Aku kira ada apaan. Ternyata emang seru untuk dibahas. Apalahi wakil Indo untuk All England ini lumayan banyak ya. Mantab

  9. Saya kurang tahu nih perkembangan bulutangkis. Suami aja yang doyan banget dengan olahraga ini dan sempat nonton kejuaraan All England tanggal 17 Maret kemarin. Eh tapi kabarnya semua pemain Indonesia dikeluarkan dari All England ya?

  10. saat berita ini ada di media sosial sedih banget sih dengernya, apalagi rame banget di twitter kan ya, kok bisa atlit Indonesia gak berangkat buat turnamen di all england

  11. Kalau ngomongin soal bulu tangkis Indonesia, aku salah satu yang paling semangat. Hehe. Seneng banget sekarang banyak pemain muda yang berkiprah di luar, termasuk All England ini. Pengin banget denger Indonesia Raya berkumandang di berbagai perhelatan. Haru rasanya, pasti, :”)

  12. kalau membaca ini jadi terbayangkan gimana negara lain memandang indonesia sebagai salah satu negara yang banyak mempunyai jagoan badminton, makanya sedih sekali deh tahun ini negara kita tidak bisa ikut meramaikan All ENGLAND.

  13. kalau membaca ini jadi terbayangkan gimana negara lain memandang indonesia sebagai salah satu negara yang banyak mempunyai jagoan badminton, makanya sedih sekali deh tahun ini negara kita tidak bisa ikut meramaikan All ENGLAND.

  14. Indonesia memang punya sejarah indah yaa di All England dan saya sedih sekali atas kejadian belum lama ini. Peserta Indonesia batal bertanding, semoga ke depan Indonesia menorehkan kiprahnya di All England lebih baik lagi.

  15. Menarik yang kalimat terakhir dicoret. Jadi jejak digital yak, kalau kita pernah kena kasus tidak fair tahun 2021 pas pandemi 🙁 bagus itu, dicoret aja jangan diapus.

  16. Keren-keren pemain bulutangkis Indonesia dari dulu, saya sukanya si Susi Susanti sama yang dua minion itu (lupa namanya siapa 🙂 )

    Cuman saya masih kecewa banget sih sama All England termasuk BWF di tahun ini, semoga pemain Indonesia bisa kembali tampil lagi di kancah internasional

  17. Sedih banget baca berita nasib atlet kita di All England tahun ini. Masih merasa kayak diperlakukan kurang adil. Melihat sejarah prestasi atlet kita di All England memang sungguh membanggakan. Salam hangat Daniel.

  18. Akh olah raga kesukaan keluarga aku nih. Kami akan siap siap deh kalau pertandingan ini mulai. Ngemil Dan teriak hahahaha….rasanya gimana gitu memberi support walaupun hanya nonton di TV

  19. Patah hati lihat kalimat terakhir yang dicoret itu
    Sedih rasanya pemain-pemain Indonesia batal ikut bertanding di All England 2021
    Padahal potensi mereka untuk mengukir prestasi besar sekali

  20. Susi Susanti menjadi inspirasiku saat kecil untuk main badminton. Dulu tuh sering banget main badminton di depan rumah, jadi olahraga populer sepanjang masa. Indonesia juga punya banyak atlet berbakat namun sayangnya kenapa di All England tahun ini disuruh putar balik. Eh endingnya gimana sih?

  21. Aku dulu ngikutin tuhh lagi jaman nya Ricky Subagja / Rexy Mainaky (ganda putra) inget banget mereka Cara mainnya snp bikin semangat utk latihan badminton setiap pagi… Tapi sayang tahun ini … Atlit Indonesia suruh ngundurin diri, sedih bangt

  22. Waktu alm Bapak masih hidup, suka banget nonton bulutangkis di tv bareng beliau. Support bapak ke pemain bulutangkis kita tuh kuat banget..karena emang pemain kita keren-keren membawa nama Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *