Ekonomi & Keuangan

FOMO dan Dampaknya terhadap Keuangan

FOMO dan dampak keuangan

FOMO atau fear of missing out merupakan rasa khawatir atau takut berlebihan jika seseorang ketinggalan sesuatu yang sedang tren. FOMO yang biasanya berkaitan erat dengan kecanduan terhadap media sosial ini punya dampak bagi seseorang, salah satunya terhadap keuangan.

Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat kita bisa mengakses inormasi dengan cepat. Apa yang terjadi di belahan dunia lain,bisa segera kita ketahui dalam hitungan menit bahkan detik saja. Kita bisa tahu fenomena yang tengah ngetren saat ini, baik dalam hal mode pakaian, gawai, kosmetik, dan lainnya.

Tanpa disadari, ada persepsi dalam diri kita untuk berusaha mengikuti tren tersebut. Seakan-akan, kita akan menjadi orang yang paling malang dan ketinggalan zaman jika terlambat atau bahkan tidak terlibat dalam tren tersebut. Fenomena inilah yang dinamakan FOMO.

Fenomena FOMO ini sering kita lihat. Misalnya antrian yang terjadi di tempat wisata yang sedang populer, antiran diskon dan sale di tempat perbelanjaan, atau antrian di tempat-tempat yang hype lainnya.

Dampak Negatif FOMO

FOMO tentunya punya dampak terhadap keuangan, baik dampak positif dan negatif. Dampak positif misalnya bagi pelaku bisnis yang mengalami kenaikan omzet karena permintaan yang tinggi. Harga produk biasanya akan naik berkali lipat, jauh di atas harga yang wajar. Namun, pada tulisan ini saya akan membahas dampak negatif FOMO bagi kita sebagai konsumen.

Hutang yang Berlebih

Demi untuk tidak dikatakan ketinggalan zaman, kadang kita memaksakan diri membeli barang yang sedang tren. Padahal, belum tentu barang tersebut dibutuhkan dan kondisi keuangan bisa saja sedang pas-pasan.

Kita lantas menggunakan kartu kredit, atau berhutang kepada teman atau pinjaman online dengan bunga tinggi. Jika kejadian semacam ini berulang kali dilakukan, tidak mustahil hutang menjadi berlebih dan menumpuk.

Keputusan Investasi yang Salah

Salah satu tren yang sedang terjadi saat ini yaitu investasi saham. Kita perlu sadar jika urusan investasi saham ini perlu pertimbangan matang. Kita harus mempertimbangkan risio dan likuiditasnya, serta bagaimana proforma jangka panjang dari inevestasi saham tersebut.

FOMO bisa menjadi bencana, ketika kita berinvestasi karena sekadar ikut tren. Kita mungkin membeli produk saham punya performa baik di awal, tapi ternyata tidak bagus di akhir.

Tidak salah jika kita melakukan investasi. Namun, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal. Jenis investasi yang kita pilih harus sesuai dengan kebutuhan. Juga, sesuaikan investasi dengan kondisi keuangan kita.

Misalnya Jika ingin punya dana yang aman dan bisa tidak disentuh sama sekali, kita bisa memilih deposito berjangka. Atau jika ingin investasi yang sifatnya fleksibel dan dapat dicairkan sewaktu-waktu (likuid), kita bisa memilih peer-to-peer lending atau trading forex.

Kontrol Finansial yang Tidak Baik

FOMO bisa menimbulkan ketidaktenangan ketika melihat orang lain memiliki sesuatu. Misalnya ada teman yang punya mobil, kemudian kita juga ingin membeli mobil tanpa melihat kemampuan finansial. Kita kemudian mengeluarkan uang untuk membeli mobil, padahal sebenarnya uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting lainnya.

Pondasi Keuangan yang Tidak Sehat

Utang berlebih yang timbul akibat FOMO bisa mengganggu cash flow atau arus kas kita. Bisa-bisa, setiap bulan kita mengalami defisit. Gaji dan penghasilan akhirnya hanya kita gunakan untuk membayar hutang, sedangkan kebutuhan yang lain juga perlu kita penuhi.

Stres Kesehatan

Karena FOMO, kita bisa terfokus pada bagaimana cara mengganti uang yang telah kita gunakan. Kita menjadi tidak produktif karena energi kita hanya digunakan untuk memikirkan bagaimana untuk segera membayar tagihan.

Stres pun kita alami. Kondisi stres ini bisa mengganggu kesehatan, seperti menyebabkan sakit maag. Bahkan stres yang berlarut-larut bisa memicu terjadinya tindakan criminal seperti mencuri dan korupsi.

Baca juga: Mengenal Sandwich Generation

Bagaimana agar Tidak Terjebak FOMO

Kita tentu tidak ingin terjebak dengan FOMO yang berujung pada gangguan terhadap finansial. Untuk menghindari dampak negatif akibat FOMO, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:

  • Kenali kapasitas keuangan
  • Kenali kebutuhan dan prioritas
  • Kenali efek dari keputusan finansial yang dilakukan
  • Kenali kesehatan keuangan
Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *